Select Page

Tahukah sobat Angon bahwa sampai pada tahun 2018 Indonesia masih melakukan impor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi? Saat ini kebutuhan akan daging sapi terbanyak adalah pada seKtor perhotelan, restoran, catering, dan pasar ritel. Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian pada 2018 total produksi daging sapi nasional mencapai sekitar 403.668 ton sedangkan kebutuhan daging sapi nasional adalah 663.290 ton. Sehingga kebutuhan daging sapi yang bisa dicapai oleh pertenak adalah sekitar 60,9%. Untuk memenuhi kekurangan daging sapi nasional sebesar 39,1% pemerintah berencana untuk melakukan impor daging sapi. Impor daging sapi sendiri diperlukan untuk mengatasi kenaikan permintaan daging sapi menjelang lebaran. Pemerintah bertujuan untuk melakukan intervensi pasar dengan mengeluarkan daging dalam jumlah besar ke pasar. Sehingga kebutuhan daging sapi dapat terpenuhi sekaligus juga menurunkan harga jual daging sapi.

Lantas bagaimana dengan ketersediaan daging dalam negeri hingga menjelang lebaran? Dilansir dari detik news Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita Ketut mengatakan bahwa masih ada surplus 11 ribu ton daging sapi hingga lebaran. Hal ini berarti kebutuhan daging sapi lokal surplus sampai lebaran tetapi tidak sampai akhir tahun. Sehingga pemerintah perlu melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi hingga akhir tahun.

Kurangnya pasokan daging sapi dalam negeri disebabkan karena pembiakan sapi potong di Indonesia masih menjadi bagian sub sistem dari usaha tani. Hal ini menandakan bahwa masyarakat masih menjadikan sapi sebagai tabungan dan skala usaha kecil dan belum merambah pada skala produksi dengan pasokan yang besar. Masyarakat juga kurang minat terhadap segmen peternakan sapi karena menganggap bahwa beternak membutuhkan waktu yang lama, resiko yang tinggi, serta tingkat pengembalian modal yang rendah.

Menghadapi masalah kebutuhan daging sapi nasional, Angon mengajak sobat Angon untuk membantu peternak lokal dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kebutuhan daging sapi secara nasional melalui program satu orang satu ternak. Ternak yang dimaksud tidak hanya sapi, tetapi bisa juga domba. Jika setiap orang Indonesia memiliki satu ternak maka bisa dibayangkan Indonesia tidak hanya akan mengalami swasembada daging tetapi surplus bahkan ekspor daging luar negeri. Melalui aplikasi beternak online, sobat Angon tidak perlu memikirkan waktu, kebutuhan kandang, dan perawatannya. Justru sebaliknya, sobat Angon dapat membantu peternak lokal dalam membantu pengembangan usaha dan meningkatkan produksi daging. Angon memiliki misi sosial untuk membantu para peternak lokal mencapai kesejahteraan. Tunggu apalagi? Mari beternak online untuk mewujudkan swasembada daging dan kesejahteraan bagi peternak.

Sumber :

https://katadata.co.id/berita/2018/02/22/kemendag-terbitkan-izin-impor-36-ribu-ton-daging-sapi

http://republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/10/20/nwii9o383-ini-alasan-indonesia-masih-langganan-sapi-impor

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3937893/ri-mau-impor-daging-sapi-kementan-cek-rph-di-brasil