Select Page

Hai, sobat Angon!

Apakah sobat pernah mengalami penurunan bobot ketika beternak di Angon? Apakah kasus tersebut wajar terjadi? Pertanyaan terkait kondisi ternak yang bobotnya tidak meningkat bahkan mengalami penurunan seringkali muncul dari member Angon. Perlu dipahami bahwa ketika bertransaksi di Angon, investasi yang dilakukan adalah pada makhluk hidup. Tidak hanya pada manusia, hewan juga bisa lho merasa tidak nafsu makan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan pada bobot ternak. Kali ini kita akan membahas mengenai tiga hal yang mempengaruhi bobot ternak.

1. Bibit Ternak

Kualitas bibit ternak menentukan pertumbuhan terak dan bobot yang dihasilkan, sehingga diperlukan kecermatan dalam menentukan kualitas bibit. Sobat Angon tidak perlu khawatir karena semua jenis domba dan sapi yang ada di Angon sudah terstandardisasi  dari jenis domba dan sapi yang unggul.

2. Pakan

Pakan merupakan bahan yang dimakan dan dicerna oleh hewan ternak yang mengandung nutrisi dan gizi yang penting bagi proses pertumbuhan dan penggemukan.  Secara umum pakan dibedakan menjadi dua jenis yaitu pakan hijauan yang berasal dari tanaman dan pakan konsentrat yang mengandung nutrisi tinggi dengan serat kasar. Untuk pakan ternak Angon membuat dan mendistribusikan sendiri pakan ternak baik hijauan dan konsentrat untuk menjaga kesehatan ternak. Kombinasi pakan hijauan dan pakan konsentrat akan mempercepat proses penggemukan hewan ternak.

3. Pemeliharaan

Meliputi segala sesuatu selama proses pemeliharaan mulai dari pemberian pakan, kualitas kandang, hingga sanitasi. Angon memiliki SOP mengenai bentuk kandang, pengaturan sanitasi, dan banyak pemberian pakan yang sama dan terstandardisasi di semua Sentra Peternak Rakyak (SPR) milik Angon.

Selain peningkatan bobot ternak, hal lain yang penting untuk dipahami juga adalah tidak meningkatnya bobot ternak atau justru menurun. Yang mampu mempengaruhi kejadian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kalah Saing dengan ternak lain saat pemberian pakan

pada saat pemberian pakan ada beberapa hewan ternak yang kalah saing dengan hewan ternak lainnya. Hal ini terjadi karena usia ternak yang masih muda sehingga kalah saing dengan hewan ternak yang lebih dewasa. Untuk kasus ini Angon akan memisahkan hewan ternak tersebut sampai mencapai bobot yang ditargetkan.

2. Kurang nafsu makan

Sama seperti manusia, hewan ternak juga mengalami kurang nafsu makan. Hal ini disebabkan stress, sakit, kecelakaan kandang, dan saat hewan ternak baru melahirkan. Nafsu makan yang menurun akan menyebabkan bobot ternak turun. Angon dengan SOP yang ada akan mengatasinya dengan memberikan suntikan dan vitamin agar nafsu makan hewan ternak meningkat.

Demikian faktor yang mempengaruhi bobot hewan ternak Angon memiliki Sentra Peternak Rakyat (SPR) dan Peternak Rakyat yang tersertifikasi. Sehingga saat terjadi penurunan bobot hewan ternak akan segera ditangani dengan cepat sesuai dengan standar operasional dari Angon.