BANDUNG, (PR).- Konsep investasi ternak sapi dan domba online yang diusung Angon.id, startup binaan Indigo.id, sukses menarik perhatian investor pada ajang bisnis digital terbesar di Eropa, CEBIT, Hannover, Jerman. Banyak investor asing yang mengaku tertarik menanamkan modalnya.

Demikian diungkapkan Managing Director Indigo.id, Ery Punta Hendraswara, dalam siaran pers yang diterima “PR”, Rabu, 22 Maret 2017. CEBIT dibuka pada 19 Maret dan akan berlangsung pada 20-24 Maret ini.

“Saat kami mempresentasikan tentang Angon.id dan konsep bisnisnya dlaam bentuk investasi online ternak, banyak investor asing yang tertarik,” katanya.

Angon.id adalah sebuha platform beternak online yanh memudahkan pengguna untuk berinvestasi dipeternakan melalui aplikasi mobile. Angon.id menghubungkan para investor tersebyt denvan peternak rakyat dan sentra peternakan rakyat (SPR).

“Bukan hanya Angon.id, banyak juga investor asing yang tertarik dengan sejumlah startup binaan kami. Indigo.id akan menghubungkan para investor asing tersebut dengan mitra binaan yang sesuai dengan ketertarikan dan kebutuhan mereka,” katanya.

Indigo.id menjadi satu-satunya inkubator rintisan usaha digital (start up) dari Indonesia yang hadir sebagai eksibitor di booth paviliun Indonesia dalam event CEBIT tersebut. Paviliun Indonesia dengan tema Archipelageek merupakan booth yang disediakan Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Ery mengatakan, keberadaan Indigo.id pada event tersebut dimaksudkan untuk membangun konektifotas global. CEBIT 2017 bertemakan “Digital Business, DiConomy” tersebut diikuti lebih dari 3000 eksibitor dan diprediksi akan menarik pengunjung dari 100 negara di dunia.

“Target kami pada kegiatan ii adalah untuk menjembatani start up Indonesia ke kancah pasar global dan membangun jejaring mentoring dan kerjasama dengan inkubator lainnya,” ujarnya.

Sebagai upaya membangun jejaring global, sebelumnya Indigo.id sudah membangu aliensi strategis internal dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) untuk disosialisasikan di empat benua di dunia. Indigo.id juga sudah menjalin kerja sama dengan inkubator sejenis asal Malaysia, MAGIC (Malaysia Global Innovation and Creative Center), pada 30 November 2016 lalu.

Selain MAGIC, sambung Ery, Indigo dengan konsep serupa bekerjasama pula dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan start up khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat.***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/03/22/investasi-ternak-online-ala-binaan-indigo-rebut-perhatian-cebit-2017-396914