Sapi bali saat ini banyak digemari para peternak sapi karena tulang sapi bali lebih kecil dan daging yang dihasilkan lebih banyak daripada sapi pedaging lainnya. Sapi bali memiliki ciri berwarna hitam untuk jantan yang telah mencapai usia 1 tahun, dan berwarna merah bata untuk yang betina. Ciri lain sapi bali adalah tidak berpunuk seperti sapi kebanyakan dan dadanya serta kaki bagian dalamnya berwarna putih. Masyarakat bali biasanya memanfaatkan sapi bali untuk membajak sawah dan untuk transportasi.

Untuk beternak sapi bali, ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari memilih indukan yang bermutu, menyiapkan kandang yang nyaman, menyediakan pakan yang bagus,merawat kesehatan sapi, dan mengatur reproduksi sapi.

Memilih indukan yang berkualitas : untuk membudidayakan sapi bali, yang pertama kali harus dilakukan adalah memilih indukan sapi yang baik. Ciri indukan sapi yang baik yaitu:

  • Mempunyai kepala dan leher yang ramping
  • Bagian pinggul lebih besar daripada bagian dada
  • Mempunyai 4 buah puting yang sejajar dan simetris
  • Mempunyai kaki yang besar dan kuat sehingga sapi bisa berdiri tegak

Menyiapkan kandang yang nyaman: kandang untuk sapi harus hangat, sehingga kandang sapi harus beratap untuk menghindari hujan namun jangan terlalu rapat agar sinar matahari bisa masuk dan aliran udara tetap lancar. Kandang sapi juga harus bersih terutama saluran pembuangan limbah yang cukup untuk menampung kotoran sapi. Usahakan lantai kandang rata dan keras. Ukuran kandang yang standar berukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 2 meter.

Menyediakan pakan yang bagus: dengan persediaan pakan yang cukup dan berkualitas, menjadi kunci kesuksesan untuk usaha ternak sapi bali. Untuk pakan sapi bali diantaranya adalah dedaunan hijau segar, jerami padi, kulit kakao, dan juga dedak dari padi atau jagung. Selain itu juga harus diberi pasokan air minum yang cukup. Kebutuhan pakan sapi setiap harinya untuk pakan hijau sebesar 10% dari berat badannya. Hijauan tersebut terdiri dari 2/3 bagian dari rerumputan dan 1/3 bagian dari biji-bijian. Konsentrat dedak padi 1kg-2kg perhari

Merawat kesehatan sapi: agar sapi terhindar dari penyakit, maka kandang harus selalu bersih agar terhindar dari bakteri dari kotoran sapi. Upayakan secara teratur melakukan penyemprotan kandang, dan juga memberi vaksin kepada sapi, dan apabila ada sapi yang sakit perlu dikandangkan sendiri agar tidak menular kepada sapi yang lain.

Mengatur reproduksi: hal yang juga patut diperhatikan dalam ternak sapi bali yang terakhir adalah mengatur reproduksi agar sapi bali bisa bereproduksi secara maksimal. Untuk sapi betina bisa mulai dikawinkan ketika berumur antara 15-20 bulan. Sapi dapat dikawinkan antara 12 – 18 jam sejak ada tanda-tanda sapi mulai birahi. Lama sapi betina bunting berkisar sekitar 283 hari. Ketika anak sapi sudah lahir dan berumur 3 bulan, anak sapi bisa mulai disapih dan induk sapi bisa dikawinkan kembali.

Demikianlah lima point utama jika ingin memulai bisnis ternak sapi bali, tetapi jika tidak memiliki waktu ataupun lahan untuk beternak sapi, sekarang bisa beternak sapi bali secara online. Anda cukup download aplikasi Angon di smartphone android, anda bisa beternak sapi bali kapanpun dan dimanapun dengan keuntungan yang menggiurkan.