Domba Garut merupakan jenis domba yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh banyak peternak. Domba Garut merupakan komoditas yang menguntungkan sebagai sumber makanan hewani. Selain itu, kulitnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tekstil.

Beberapa aspek penting yang perlu dilakukan dalam berternak kambing garut antara lain: persiapan, pembibitan, pemeliharaan, perawatan ternak dewasa, pakan, dan kombinasi pakan.

Pada tahap awal, peternak harus menyiapkan terlebih dahulu lokasi kandang yang baik dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan kambing garut. Kandang yang di buat sebaiknya kuat dan tahan lama, dengan ukuran sesuai dengan bobot badan dan jumlah ternak.

Kandang harus dalam keadaan bersih, serta mendapatkan sinar matahari langsung dan menmpunyai sirkulasi udara yang sangat baik dan jauh dari pemukiman warga serta diusahakan agar kandang tidak terendam banjir pada musim penghujan.Pemilihan bibit kambing garut harus dilakukan dengan seksama guna menghasilkan kambing yang berkualitas tinggi.

Peternak harus memilih bibit yang sehat dan bebas hama penyakit. Bibit kambing tersebut berasal dari induk dengan tingkat kesuburan dan kelahiran yang tinggi. Selain itu, presentase karkas dan kecepatan pertumbuhan juga harus dipastikan baik. Oleh karena itu, pembibitan harus diperhatikan secara seksama mulai dari pemilihan induk, proses perkawinan, dan proses kelahiran.

Dalam pemeliharaan kambing garut, keberhisan kandang harus selalu diperhatikan, paling tidak seminggu sekali kandang dibersihkan, begitu juga dengan tempat makanan dan minumannya.

Namun dalam pengendalian penyakit pada kambing garut, harus di berikan obat berupa vaksinasi dan juga melakukan pemisahan terhadap domba yang sudah terkena penyakit. Kambing yang berpenyakit segera diberikan vaksin sebagai penanganannya.

Dalam pemberian pakan domba garut harus sesuai dengan kebutuhan pada ternak yaitu zat gizi seperti vitamin, mineral, protein, lemak dan karbohidrat yang mencukupi. Selain itu juga harus diimbangi dengan memakan rumput-rumputan, kacang – kacangan, hasil limbah pertanian seperti daun pisang, daun jagung, daun nangka, dan lainnya, serta pakan konsentrat, contohnya: bekatul, ampas tahu, ampas kelapa dan lainnya.

Selain makanan diatas, perlu adanya makanan tambahan yakni dengan mencampurkan pakan dengan bahan-bahan yang baik untuk ternak, sebaiknya harus di sesuaikan dengan tingkatan umur pada domba garut seperti:

  • Kambing garut dewasa pakan rumput dan daun 3:1.
  • Indukan sedang bunting pakan rumput dan daun 3:2 tambah kan dengan 2 – 3 konsentrat.
  • Indukan menyusui pakan rumput dan daun 1:1 dengan tambahan 2 – 3 gelas konsentrat.
  • Anakan belum di sapih pakan rumput dan daun 1:1.
  • Anakan lepas sapih pakan rumput dan daun 3:2 di tambah 0,5 – 1 gelas konsentrat.

Dalam melakukan panen kambing garut, di tentukan dengan umur melakukan pemilihan indukan yang akan di kembangkan berikutnya, sedangkan yang tidak untuk di jadikan indukan maka lakukan pemisahan di kandang lainnya, dan di lakukan pemasaran kambing yang sudah jadi daging ataupun daging yang masih utuh.

Itulah beberapa informasi yang bisa kami bagikan untuk Anda yang ingin memulai beternak kambing Garut.
Jika Anda tidak ingin direpotkan dengan berbagai macam hal yang harus dilakukan ketika memulai bisnis ternak kambing Garut, Anda bisa beternak kambing melalui smartphone.

Cukup download aplikasi Angon di ponsel Android, Anda bisa beternak kambing Garut kapan saja dan dimana saja.