Tentang Angon.id


“Saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 11.000 hewan ternak yang diternakkan dalam sentra peternakan rakyat (SPR) swakelola mitra B2B (Business to Business) ANGON dan 6 SPR (Sentra Peternakan Rakyat) ANGON yang tersebar di berbagai daerah”


Angon untuk Indonesia.

Dipenghujung medio 2016 muncul sebuah gagasan dari seorang anak muda yang bercita-cita bisa hidup mandiri dan bermanfaat dengan cara beternak online. Dialah Agif Arianto pria kelahiran tahun 90an meyakini gagasan tanpa ada sebuah komitmen dan perjuangan tentu tidak akan jadi apa apa. Terbukti ada istilah yang menyebutkan bahwa "Usaha tidak pernah mengkhianati Hasil", setelah melalui perjalanan audisi yang panjang akhirnya gagasan itu mendapatkan golden tiket dipercaya mampu menjadi pendorong terjadinya revolusi industri peternakan 4.0 di Indonesia melalui kompetisi Socio Digi Leader Telkom di tahun yang sama. Berkat karunia Allah yang maha kuasa gagasan itu mulai menemukan jalannya hingga mendapat dukungan serta pembinaan intensif dalam Program Inkubasi Indigo Digital Nation milik PT Telkom Indonesia Tbk. Ditandai dengan kesepakatan pendanaan awal Produk Validasi di bulan November tahun 2016 oleh PT Telkom Indonesia Tbk yang dulu diwakili oleh Bapak Arief Mustain (saat ini menjabat Direktur Indosat). Maka secara resmi lahirlah PT Angon Indonesia Mandiri atau yang dikenal dengan angon.id 

Angon.id terus bergerak tumbuh dan membesar bersama peternak rakyat, bersama-sama kami mencari solusi atas permasalahan peternakan yang sudah lama menjadi rahasia umum, seperti : tingginya modal untuk memulai usaha peternakan yang ideal, panjangnya rantai distribusi ternak, adanya oknum tengkulak yang merusak harga pasar, hingga gelombang gagal panen akibat hasil produksi peternakan kita tidak mampu bersaing harga dengan daging impor yg lebih murah dari pada daging lokal kita sendiri karena tingginya biaya produksi peternak lokal. Angon.id optimis melalui platfrom yang dikembangkanya ini mampu membawa Indonesia berdaulat atas industri peternakannya.

Dari pengalaman gagal panen akhir tahun 2018 Angon.id menjadi momentum kami untuk melakukan perbaikan Bisnis Model Validasi dengan meluncurkan aplikasi angon.id veri 2.0 pada tanggal 25 Agustus 2019 serta bermaksud mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan "satu orang satu ternak" . Dimana melalui aplikasi angon.id kini masyarakat bisa beternak walau hanya dengan satu ekor saja, apa pun profesi pekerjaanya.

Angon.id telah mampu menghubungkan masyarakat secara langsung dengan mitra peternak rakyat dalam sentra peternakan rakyat berbasis smartfarm. Sehingga masyarakat kini bisa beternak secara online tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal. Cukup dengan membeli hewan ternak dalam katalog angon.id dan membayar biaya penitipannya sesuai keinginan. Hingga kemudian hasil panennya bisa diambil sesuai dengan kebutuhan. Angon.id juga dapat mengantarkan hewan ternak secara hidup, ataupun daging siap olah, tak kalah penting lagi angon.id juga dapat membantu menjualkan hasil panen ternak tersebut kepada pihak ketiga (yaitu: pihak-pihak industri yang memerlukan hasil peternakan) sehingga tercipta ekosistem sentra peternakan rakyat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui gerakan ini.

Kelebihan beternak online melalui angon.id adalah dapat menekan biaya produksi karena dilakukan secara komunal dan akhirnya mendorong tercipta daging murah dimasyarakat. Bahkan sangat dimungkinkan sekali di era digital ini saat seorang pengusaha kuliner menggunakan aplikasi angon.id untuk mengurangi biaya operasional bahan baku dagingnya karena bisa mengambil daging dari hasil panen hewan ternak online miliknya sendiri. 

Angon.id merupakan wujud nyata pengamalan sila ke 5 Pancasila atas "keadilan sosial" antara masyarakat kota dan desa. Dimana masyarakat desa mampu mendapatkan kesempatan yang sama memperoleh sejahteraan tanpa harus meninggalkan desanya. Dan masyarakat kota menjadi bersahaja tanpa harus menunggu pensiun dulu, lalu pergi ke desa baru mulai membangun. Sudah saatnya kita membangun desa dan kota secara bersamaan.

Sejahtera Desaku, Bersahaja kotaku, Jayalah Indonesiaku.

Dipublikasikan pada tanggal 25 Agustus 2019, Pukul 00.00

Syarat dan Ketentuan